Tuesday, July 24, 2012

Wajah bercahaya



“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu’.” (HR. Al Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246)

Dapat dipastikan tak ada satu produk kecantikan pun yang mampu menandingi cahaya yang terpancar dari wajah orang-orang yang terjaga wudhu’nya. Karena cahaya dari air wudhu tak hanya dirasakan di dunia tapi di hari kiamat pun mereka akan mudah dikenali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits,  

“Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalmu, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Seraya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tahukah kalian bila seseorang memiliki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya di antara kuda-kuda yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya? Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu’ mereka.” (HR. Muslim no. 249)

Tak hanya partikel-partikel debu maupun noda polusi yang dapat dikikis dari wajah, wudhu’ pun dapat melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukan oleh produk kecantikan manapun untuk dapat membasuh hal yang tak pernah luput dari manusia seperti ditegaskan dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dari sahabat Anas bin Malik: “Setiap anak cucu Adam pasti selalu melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik mereka yang melakukan kesalahan adalah yang selalu bertaubat kepada-Nya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Ad Darimi)

Allah subhanahu wata’ala dengan rahmat-Nya yang amat luas, memberikan solusi yang mudah bagi kita untuk membersihkan diri dari noda-noda dosa, di antaranya dengan wudhu’. Hingga ketika seseorang selesai dari wudhu’ maka ia akan bersih dari noda-noda dosa tersebut.

Dari sahabat Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu’ kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu’ atau bersama tetesan akhir air wudhu’, hingga ia selesai dari wudhu’nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa -dosa.” (HR Muslim no. 244).

Selain itu, dengan selalu menjaga wudhu’ seseorang akan memperoleh kebahagiaan yang tak bisa diberikan produk kecantikan manapun, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajatnya? Para sahabat berkata: “Tentu, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menyempurnakan wudhu’ walaupun dalam kondisi sulit, memperbanyak jalan ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut dengan ar ribath.” (HR. Muslim no. 251)

Subhanallah..  Marilah saudari saudaraku kita segera berwudhu untuk menjalankan ibadah dijalan Allah SWT, agar wajah-wajah kita senantiasa selalu bercahaya.



Monday, July 23, 2012

Yuk.. Berzakat

“Tidak akan berkurang harta yang dikeluarkan untuk bershadaqah dan tidaklah Allah SWT menambah maaf seorang hamba kecuali ia akan menjadi mulia dan tidaklah seseorang itu tawadhu kepada Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya” (HR Tirmidzi)


Perintah untuk berzakat Allah tegaskan pula dalam Surat At Taubah berikut ini
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu untuk membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah: 103)

"Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Addzariyat: 14-19)

Dari ayat di atas, kita bisa memahami bahwa zakat yang kita keluarkan sesungguhnya adalah sarana yang akan membersihkan diri kita. Dengan berzakat, kita belajar untuk ikhlas dan mensyukuri apa yang kita miliki karena sesungguhnya harta yang kita miliki bukan milik kita, tetapi milik Allah SWT. Maka ada hak-hak orang lain yang tersimpan dalam harta kita yang harus kita tunaikan. Dengan berzakat dan menyisihkan sebagian dari harta kita, berarti kita telah menunaikan hak-hak orang lain dan memberikan kebermanfaatan baginya.

Allah telah menegaskan kita tentang hal ini. Sedekah yang kita keluarkan tak akan sedikit pun mengurangi harta yang kita miliki. Jadi kita sesungguhnya tak perlu takut untuk bersedekah, karena Allah lah yang akan menjamin kehidupan kita. Allah lah yang memiliki harta yang ada dalam genggaman kita.  Lebih jauh lagi, Allah akan memberikan derajat yang mulia bagi orang yang bersedekah.

Yuk... Bersedekah dari sekarang!!

Sunday, July 22, 2012

40 Keajaiban Ramadhan

Selama Ramadhan, Imam Syafi'i menghatamkan Al-Quran enam puluh kali, dua kalidalam semalam di dalam shalat.

Selama Ramadhan, Allah memerintahkan seluruh penghuni surga berhias.Rasulullah Saw. bersabda:"...Adapun yang keempat, sesungguhnya Allah'Azza wa Jalla memerintahkan surga-Nya, Ia berfirman: "Bersiap-siaplah,dan hiasilah dirimu untuk para hamba-Ku, sehingga mereka bisa segeraberistirahat dari kelelahan (hidup di) dunia menuju negeri-Ku dankemulyaan-Ku..." [HR. Baihaqi].


Itulah sisi menarik keajaiban bulan Ramadhan yang tak banyak orang tahu.


Mengurai 40 Keajaiban bulan Ramadhan....

1. Ramadhan jalan menuju ketaqwaan


Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan ataskalian puasa sebagaimana diwajibkan atas kaum sebelum kalian, agarkalian bertaqwa". (Al Baqarah: 183).


Ayat di atas menerangkan bahwa puasa adalah sebab yang bisamengantarkan pelakunya menuju ketaqwaan, karena puasa mampu meredamsyahwat. Ini sesuai dengan salah satu penafsiran yang disebutkan ImamAl Qurthubi, yang berpatokan kepada hadits riwayat Imam Ahmad yangmenyebutkan bahwa puasa adalah perisai.


2. Ramadhan bulan mujahadah


Para ulama' salaf adalah suri tauladan bagi umat, mujahadah merekadalam mengisi bulan Ramadhan amat perlu dicontoh. Seperti ImamAsyafi'i, dalam bulan Ramadhan beliau menghatamkan Al-Quran dua kalidalam semalam, dan iti dikerjakan di dalam shalat, sehingga dalam bulanRamadhan beliau menghatamkan Al-Quran enam puluh kali dalam sebulan.Imam Abu Hanifah juga menghatamkan Al-Quran dua kali dalam sehariselama Ramadhan.


3. Puasa Ramadhan menumbuhkan sifat amanah


Wahbah Zuhaili dalam bukunya Al Fiqh Al Islami berpendapat bahwa puasamengajarkan rasa amanat dan muraqabah di hadapan Allah Ta'ala, baikdengan amalan yang nampak maupun yang tersembunyi. Maka tidak ada yangmengawasi seseorang yang berpuasa agar menghindari hal-hal yangdilarang dalam berpuasa kecuali Allah Ta'ala


4. Puasa Ramadhan melatih kedisiplinan


Puasa juga melatih kedisplinan, Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwaseorang yang berpuasa harus makan dan minum dalam waktu yang terbatas.Bahkan dalam berbuka puasapun harus disegerakan.


5. Puasa Ramadhan menumbuhkan rasa solidaritas sesama muslim


Wahbah Zuhali juga menjelaskan bahwa puasa Ramadhan menumbuhkan rasasolidaritas di antara sesama muslim. Pada bulan ini semua umat Islam,dari timur hingga barat diwajibkan untuk menjalankan puasa. Merekaberpuasa dan berbuka dalam waktu yang sama, dikarenaka mereka memilikiRabb yang satu.


Seorang yang merasa lapar dan dahaga akhirnya juga bisa ikut merasakankesengsaraan saudara-saudaranya yang kekurangan atau tertimpa bencana.Sehingga tumbuh perasaan kasih sayang terhadap umat Islam yang lain.


6. Puasa Ramadhan melatih kesabaran


Bulan Ramadhan adalah bulan puasa di mana pada siang hari kitadiperintahkan meninggalkan makanan yang asalnya halal, terlebih lagiyang haram. Begitu pula di saat ada seseorang mengganggu kita.Rasulullah Saw. bersabda: "Bila seseorang menghina atau mencacinya,hendaknya ia berkata 'Sesungguhnya aku sedang puasa." (HR. Bukhari)


7. Puasa Ramadhan menyehatkan


Rasulullah bersabda: "Berpuasalah, maka kamu akan sehat" (HR. IbnuSunni), ada yang menyatakan bahwa hadits ini dhoif, akan tetapi adapula yang menyatakan bahwa derajat hadits ini sampai dengan tingkathasan (lihat, Fiqh Al Islami wa Adilatuh, hal 1619).


Tapi makna matan hadist bisa tetap diterima, karena puasa memangmenyehatkan. Al Harits bin Kaldah, tabib Arab yang pernah mengabdikepada Rasulullah Saw. juga pernah menyatakan:"Lambung adalah tempattinggal penyakit dan sedikit makanan adalah obatnya".


8. Lailatul Qadar adalah hadiah dari Allah untuk umat.


Ini Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha', dia telah mendengardari seorang ahlul ilmi tsiqah yang telah mengatakan: "Sesungguhnyatelah diperlihatkan usia-usia umat sebelumnya kepada Rasulullah Saw.,atau apa yang telah Allah kehendaki dari hal itu, dan sepertinya usiaumat beliau tidak mampu menyamai amalan yang telah dicapai olehumat-umat sebelumnya, maka Allah memberi beliau Lailatul Qadar yanglebih baik daripada seribu bulan." (HR. Malik).


9. Ramadhan bulan ampunan Bulan.


Rasulullah Saw. bersabda: "Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengandidasari keimanan dan pengharapan ridha Allah, diampunkan untuknya dosayang telah lalu." (HR. Bukhari)


10. Siapa yang dilihat Allah, maka ia terbebas dari adzab-Nya


Dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah Saw. bersabda: "Pada bulanRamadhan umatku dianugerahi lima perkara yang tidak diberikan kepadanabi-nabi sebelumku. Yang pertama, sesungguhnya jika Allah melihatmereka di awal malam dari bulan Ramadhan, dan barang siapa yang telahdilihat Allah maka Ia tidak akan mengadzabnya selamanya..." (HR. Baihaqi).


11. Bau mulut orang berpuasa lebih harum dari misk di hadapan Allah


Rasulullah Saw bersabda:"...Yang kedua, sesungguhnya bau mulut merekaketika sore hari lebih harum di hadapan Allah daripada bau misk..." (HR.Baihaqi).


12. Di Bulan Ramadhan para malaikat meminta ampunan untuk umat ini


Rasulullah Saw. bersabda:"...Adapun yang ketiga, sesungguhnya paramalaikat meminta ampunan untuk mereka siang dan malam..." (HR. Baihaqi).


13. Di bulan Ramadhan sorga berbenah diri


Rasulullah Saw. bersabda:"...Adapun yang keempat, sesungguhnya Allah'Azza wa Jalla memerintahkan surga-Nya, Ia berfirman: "Bersiap-siaplah,dan hiasilah dirimu untuk para hamba-Ku, sehingga mereka bisa segeraberistirahat dari kelelahan (hidup di) dunia menuju negeri-Ku dankemulyaan-Ku..." (HR. Baihaqi).


14. Di malam akhir Ramadhan Allah mengampuni umat ini


Rasulullah Saw. bersabda: "...Adapun yang kelima, sesungguhnya jika tibamalam terakhir Ramadhan Allah memberi ampun kepada mereka semua. Lalubertanyalah seorang lelaki dari sebuah kaum: "Apakah itu lailatulqadar? Ia bersabda:" Bukan, apakah kau tidak mengetahui perihalorang-orang yang bekerja, jika mereka selesai melakukan pekerjaan makaimbalannya akan dipenuhi. (HR. Baihaqi)


15. Pintu sorga dibuka, pintu neraka ditutup, syaitan dibelenggu


Rasulullah Saw. Bersabda: "Jika Ramadhan tiba dibukalah pintu sorga danditutuplah pintu neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu. (HR. Bukhari).


Dalam Syarah Shahih Muslim, Qadhi Iyadh menjelaskan bahwa makna haditsdi atas bisa bermakna haqiqi, yaitu pintu sorga dibuka, pintu nerakaditutup serta syaitan dibelenggu secara haqiqi, sebagai tanda datangnyaRamadhan sekaligus pemulyaan terhadapnya. Tapi bisa juga bermakna majazyang mengisyaratkan besarnya pahala dan ampunan di bulan itu, sehinggasyaitan seperti terbelenggu.


16. Pahala syuhada bagi yang melakukan kewajiban dan menghidupkan Ramadhan


Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi Saw. Dan mengatakan: "WahaiRasulullah, tahukah anda jika saya telah bersaksi bahwa tidak ada ilahselain Allah dan sesungguhnya anda adalah utusan Allah, aku juga telahmelakukan shalat lima waktu, juga telah menunaikan zakat, serta akutelah berpuasa Ramadhan dan menghidupkannya, maka termasuk golongansiapakah saya? Rasulullah Saw. Bersabda: "Termasuk dari orang-orangyang sidiq dan syuhada'". (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya)


17. Pahala amalan bulan Ramadhan berlipat ganda


Dari Salman ra., bahwasannya Rasulullah Saw. berkhutbah di hariterakhir bulan Sya'ban: "Wahai manusia, telah datang kepada kalianbulan agung yang penuh berkah. Bulan yang terdapat di dalamnya sebuahmalam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah jadikan puasadi dalamnya sebagai kewajiban, dan qiyamul lail sebagai hal yangdisunnahkan, barang siapa mendekatkan diri di dalamnya dengan perbuatkebajikan, maka ia seperti mengerjakan kewajiban selainnya, dan barangsiapa mengerjakan kewajiban di dalamnya, maka ia seperti mengerjakantujuh puluh kewajiban selainnya..." (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)


18. Seluruh hari dalam Ramadhan memiliki keutamaan


Rasulullah Saw. bersabda: "...Dia adalah bulan yang permulaannya adalahrahmat, pertengahannya adalah ampunan, serta paripurnanya adalahpembebasan dari neraka..." (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)


19. Keutamaan memberi minum orang yang berpuasa


Allah akan memberi minum kelak di akhirat Rasulullah Saw. bersabda:"Dan barang siapa memberi minuman orang yang berpuasa maka Allah akanmemberinya dari telaga minuman yang tidak menghauskan hingga ia masukke dalam sorga". (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya).


20. Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan


Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan." (HR.Tirmidzi).


21. Doa mustajab di bulan RamadhanDiriwatkan dari Abu Umamah Ra, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:"...Danuntuk setiap muslim di setiap hari dan petang (dalam bulan Ramadhan)doa yang mustajab (HR. Bazar).Rasulullah juga bersabda:"Tiga yang tidak tertolak doanya, orang yangberpuasa hingga berbuka, imam adil, dan doa orang yang terdhalimi".(HR. Tirmidzi)


22. Pahala umrah Ramadhan sama dengan hajiRasulullah Saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar:"Jika datangRamadhan maka lakukanlah umrah, karena susungguhnya umrah dalam bulanitu setaraf dengan haji." (HR. An Nasa'i).


23. Pahala i'tikaf di bulan Ramadhan sama dengan pahala 2 haji dan umrah


Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Husain Ra. menyatakan, bahwaRasulullah Saw. telah bersabda:"Barang siapa menjalankan i'tikaf selamasepuluh hari di bulan Ramadhan maka amalan itu seperti dua haji danumrah (HR. Baihaqi)


24. Dalam Ramadhan terdapat malam yang istimewa (Lailatul Qadar)


Allah berfirman:"Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan". (Al Qadr: 3).


Tentang ayat ini, Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa menghidupkanRamadhan dan melakukan amalan di dalamnya lebih baik daripadamenjalankan amalan dalam seribu bulan tanpa Ramadhan.


25. Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan


Allah Ta'ala berfirman: "Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnyaAl-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjukitu, serta pemisah antara haq dan batil". (Al Baqarah: 185)


Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah Ta'ala menyanjung bulan Ramadhanatas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulandimana Al-Quran diturunkan di dalamnya.


26. Kitab-kitab suci diturunkan pada bulan Ramadhan


Rasulullah Saw. bersabda:"Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertamabulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari ke enam bulan Ramadhan danInjil pada hari ke tiga belas dari Ramadhan..." (HR. Ahmad).


27. Rasulullah mendapat wahyu pertama di bulan Ramadhan


Ketika Rasululah Saw. mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikirdan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah),akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menujugua Hira yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah, yangberjarak dua mil dari kota Mekah. Uzlah ini dilakukan tiga tahunsebelum masa kerasulan. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga darimasa uzlah, turun kepada beliau Malaikat Jibril mewahyukan surat AlAlaq yang merupakan surat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Saw.


28. Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan


Perang Badar adalah pemisah antara yang haq dan yang batil, dan kaummuslimin sebagai simbol tauhid dan kemulyaan, meraih kemenangan ataskaum musyrikin sebagai simbol kekifiran dan kebodohan.


Peperangan terjadi pada hari Jum'at, 27 Ramadhan, tahun kedua setelahhijrah. Allah Ta'ala berfirman: "Dan benar-benar Allah telah menolongkalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlahkalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur". (Ali Imran: 123).


Ibnu Abbas mengatakan:"Saat itu hari Jum'at, 27 Ramadhan, dan saat itujuga terbunuh Fir'aun umat, Abu Jahal, musuh terbesar umat Islam.


29. Mekah dikuasai pada bulan Ramadhan


Fathu Mekah adalah peristiwa besar, Allah Ta'ala berfirman:"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata".(Al Fath:1).


Sebagian mufasirin berpendapat bahwa yang dimaksud kemenangan di siniadalah peristiwa Fathu Mekah, walau ada sebagian ulama' yangmenafsirkannya sebagai perjanjian Hudaibiya dan penaklukan negeri Rum.


Peristiwa itu terjadi pada hari, tanggal 20 atau 21 Ramadhan, tahun kedelapan hijriyah. Saat itulah semua berhala yang berada di sekitarKa'bah dihancurkan.


30. Islam menyebar di Yaman pada bulan Ramadhan


Tahun ke sepuluh hijriyah pada bulan Ramadhan Rasulullah Saw. menunjukAli bin Abi Thalib guna menjadi pemimpin sejumlah pasukan untuk pergike penduduk Yaman dengan membawa surat yang berisi ajakan untuk memelukIslam.


31. Sebagian peristiwa dalam perang Tabuk terjadi pada bulan Ramadhan


Ibnu Hisyam dalam Sirahnya menyebutkan bahwa persiapan perang Tabukdilakukan sejak bulan Rajab, tahun ke 9 hijriyah untuk mengadapi Rum.Saat itu adalah masa-masa sulit bagi kaum Muslimin di Madinah, karenamereka sedang dilanda masa paceklik, serta cuaca panas yang amatmenyengat, sehingga ada beberapa orang yang merasa berat hati untukikut serta dalam peperangan, seperti Ka'ab bn Malik. Walau banyakhambatan, pada akhirnya kaum Muslimin pun berangkat ke Tabuk denganjumlah yang cukup besar, yaitu sekitar 30.000 tentara.


Namun setelah pasukan kaum Muslimin sampai di Syam yang saat itu beradadalam kekuasaan Rum, pasukan musuh berlindung di dalam benteng-bentengmereka dan enggan keluar. Sehingga Syam bisa dikuasai dengan mudah olehpasukan Islam dan kewajiban membayar jizyah diberlakukan kepadapenduduk Syam yang saat itu beragama Nasrani.


32. Penghancuran berhala Uzza di Bulan Ramadhan


Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al Bidayah wa An Nihayah bahwa pada 5hari terakhir di bulan Ramadhan tahun ke lima hijriyah Rasulullah Saw.mengutus sejumlah pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid gunamenghancurkan rumah peribadatan yang digunakan untuk menyembah Uzza.Dan Rasulullah bersabda: "Uzza itu tidak akan diibadahi selamanya!"


33. Penghancuran Latta di Bulan Ramadhan


Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al Bidayah wa An Nihayah, bahwa padatahun ke sembilan hijriyah di bulan Ramadhan datanglah utusan kabilahTsaqif dari Thaif kepada Rasulullah Saw. untuk menyatakan keislaman.


Karena kabilah Tsaqif sudah memeluk Islam maka Rasulullah dan parasahabat berinisiatif untuk menghancurkan berhala Latta yang biasamereka sembah, akan tetapi mereka minta izin untuk menghancurkanberhala mereka sendiri, akhirnya Rasulullah Saw. pun mengizinkan. Taklama kemudian, kabilah Tsaqif menghancurkan berhala mereka sendiri.


34. Andalus ditaklukkan pada bulan Ramadhan


Pada 27 Ramadhan tahun 92 H, pasukan Islam yang dipimpin oleh Thariqbin Ziyad berhasil memasuki Andalus dari arah pesisir, ini adalah halyang diluar dugaan, sehingga Roderick, penguasa Visigoth Spanyol segeramempersiapkan pasukannya yang berjumlah 25.000.


Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telahdigunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya:"Lautandibelakang kalian! Musuh di depan kalian!...". Lalu pecahlah pertempuranantara 12.000 pasukan Muslimin melawan 100.000 tentara Roderick. Yangberakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnyaRoderick.


35. Pasukan Islam di Andalus mengalahkan Faranjah di bulan Ramadhan


Di pagi hari Jum'at 20 Ramadhan 479 H terjadi peristiwa Zalaqah (yaitudataran dekat wilayah Portugis). Di mana pasukan Islam yang melakukanpenjagaan di wilayah Andalus yang dipimpinan Yusuf bin Tasyifinberhasil mengalahkan pasukan Faranjah (Franks) yang berjumlah 80.000tentara yang dipimpin oleh Alfons VI yang juga tewas dalam pertempuranitu.


36. Pasukan Mongol dihancurkan di Palestina pada bulan Ramadhan


Hari Jum'at 15 Ramadhan 658 H pasukan Muslim yang dipimpin SaifuddinQutuz, penguasa dinasti Mamalik di Mesir, berhasil menghancurkan 20.000tentara Mongol yang dipimpin oleh Qitbuqa.


Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalamsejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongolmengalami kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalaskekalahan itu, sebagaimana yang biasa mereka alami, hingga panglimaperangnya Qitbuqa berhasil dieksekusi.


Peperangan ini terjadi di 'Ain Jalut, yaitu sebuah desa yang terletakantara Bisan dan Nablus. Sehingga peperangan ini dikenal denganperistiwa 'Ain Jalut.


37. Pengepungan 60 ribu pasukan Rusia digagalkan oleh 15 ribu pasukan Utsmani


23 Ramadhan 1270 H Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawahpimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kotaSelestriya yang terletak di wilayah Qorum, pengepungan yang terjadiselama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatanKhalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuantentara berhadapan 15 ribu tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasaldari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikitmampu mengalahkan kekuatan yang besar.


38. Anthokiah jatuh ke tangan kaum Muslimin di bulan Ramadhan


Pemerintahan Anthokiah didirikan oleh Pangeran Wormandi Buwaihimundpada tahun 491 H. Kota ini merupakan kota termegah dengan dikelilingibenteng yang sangat kuat dan dijaga oleh ribuan pasukan secarabergiliran siang dan malam. Walaupun kondisinya demikian kaum Musliminberhasil menaklukan daerah ini dengan izin Allah Ta'ala dibawahpanglima perang Dhohir Bibris. Terhitung empat puluh ribuan mati dantertawan dari pihak musuh. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesarsetelah kemenangan Hitthin. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14Ramadhan 666 H


39. Mesir menghancurkan kekuatan Isreal di Suez pada bulan Ramadhan


Pada tanggal 10 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Oktober 1973 tentaraMesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlifserta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriahmampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Rakyat Mesirmengenang peperangan ini dengan peristiwa Abour.


Setelah peristiwa ini Israel mulai menyadari kekuatan Mesir dan dataran Sinai kembali ke pangkuan Mesir.


40. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan dalam bulan Ramadhan


17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya daripenjajahan yang telah mendera bangsa yang mayoritas Muslim ini,peristiwa itu terjadi pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan.


Kemerdekaan ini amatlah perlu untuk kita syukuri, yaitu denganmelaksanakan perintah Allah Ta'ala. Bukan malah mengesampingkan syar'atyang telah ditetapkan-Nya.

Saturday, July 21, 2012

Keutamaan Shalat Tarawih

Keutamaan shalat tarawih atau shalat tahajud pada bulan Ramadhan ini disebutkan dalam sebuah hadis sebagai berikut.

 

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda: 




Orang mukmin keluar dari dosanya 

Pada malam pertama
seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

Pada malam kedua
ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

Pada malam ketiga
seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat”.

Pada malam keempat
dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).

Pada malam kelima
Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Pada malam keenam
Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Pada malam ketujuh
seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.

Pada malam kedelapan
Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin a.s.

Pada malam kesembilan
seolah-olah ia beribadat kepada Allag Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi SAW.

Pada Malam kesepuluh
Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

Pada malam kesebelas
ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Pada malam keduabelas
ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Pada malam ketigabelas
ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

Pada malam keempat belas
para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Pada malam kelima belas
ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

Pada malam keenam belas
Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

Pada malam ketujuh belas
ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

Pada malam kedelapan belas
seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”

Pada malam kesembilan belas
Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

Pada malam kedua puluh
Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

Pada malam kedua puluh satu
Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Pada malam kedua puluh dua
ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

Pada malam kedua puluh tiga
Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

Pada malam kedua puluh empat
ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

Pada malam kedua puluh lima
Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.

Pada malam keduapuluh enam
Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

Pada malam keduapuluh tujuh
ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Pada malam keduapuluh delapan
Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.

Pada malam kedua puluh sembilan
Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

Dan pada malam ketiga puluh
Allah berfirman:”Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari iar Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku” (HR Majalis).

Demikianlah, keutamaan shalat tarawih yang disebutkan oleh Rasulullah SAW.

Wallahua’lam

Doa Niat Puasa Ramadhan

Saya akan mengingatkan kembali buat temen-temen yang mungkin lupa dengan niat doa niat puasa ramadhan. Agar niat yang tulus dalam menunaikan ibadah wajib sebagai sarana lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt untuk menjadi orang bertaqwa dalam meraih ridha-Nya.
Kewajiban Puasa Ramadhan

Allah Swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang bertakwa” (QS al-Baqarah:183). 
Doa Niat Puasa Ramadhan dan Artinya

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Nawaitu saumagodin an'adai fardi syahri romadhoona hadzihissanati lillahita'ala.

Artinya dalam bahasa indonesia :

"Sengaja aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala"












Semoga bermanfaat.


Wednesday, July 18, 2012

Ramadhan bulan Mulia

Ramadhan adalah bulan mulia dan penuh dengan keutamaan. Banyak hadits yang mengungkap kemuliaan dan keutamaan bulan ini.
 
Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa (2:183), bulan diturunkannya Al-Quran (2:185), bulan yang penuh berkah, bulan di mana Allah memberikan naungan-Nya, bulan di mana Allah menurunkan rahmat, bulan di mana Allah menghapuskan kesalahan, bulan di mana Allah mengabulkan doa, bulan di mana manusia berlomba-lomba melakukan kebaikan, bulan di mana Allah membanggakan orang beriman di hadapan malaikat, bulan dilipatgandakan pahala amal shalih, bulan jihad, bulan kemenangan, bulan kesabaran, bulan pengorbanan, bulan pendidikan, bulan quran, dan masih banyak atribut yang bisa disematkan kepada bulan Ramadhan ini.



Bentuk kemuliaan lainnya juga terungkap dalam sebuah sabda Rasulullah Saw, yaitu Apabila bulan Ramadhan telah datang, pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka di tutup, dan syetan-syetan dibelenggu (HR Bukhari-Muslim).




Hadits tersebut memberikan hikmah bahwa jalan untuk mencapai kebaikan, ampunan, dan surga pada bulan Ramadhan begitu terbuka lebar. Bagaimana tidak? Bagi mereka yang serius dalam beribadah (dengan penuh keimanan), maka doa dikabulkan, dosa akan diampuni, dan pahala dilipat gandakan. Pintu neraka ditutup dan syetan dibelenggu memberi hikmah bahwa jalan atau peluang yang mengarahkan manusia kepada keburukan begitu dipersempit di bulan Ramadhan. Bagaimana tidak? Semua orang berlomba-lomba mengejar kebaikan dan pahala pada bulan mulia ini, tentu mereka yang ada di pusaran Ramadhan ini, akan terpengaruh dengan suasana kompetitif dan penuh dorongan kebaikan. 

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ..Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan Ramadhan tidak mendapatkan rahmat Allah Swt.(HR Tabrani). Kita semua berlindung dari hal demikian. Naudzubillah min dzalika.

Meski Allah Swt dan Nabi Saw dengan jelas memberikan kemulian pada bulan Ramadhan ini, masih ada sebagian orang yang berusaha memadamkan cahaya kemuliaan dari Ramadhan ini. Mereka adalah pengusaha hiburan yang tidak mau dibatasi jam operasinya atau ditutup untuk sementara, mereka adalah pemilik warung makan/restaurant yang tetap mendisplay ruangannya dengan vulgar, mereka yang tanpa risih makan-minum di tempat terbuka di mall-mall dan tempat perbelanjaan, dan mereka yang diingatkan untuk memuliakan bulan ini, mereka yang berusaha melakukan provokasi agar timbul suasana tidak kondusif, dan mereka yang mengingkari kemuliaan puasa yang sejatinya selaras dengan fitrah kemanusiaan.

Cahaya Ramadhan itu tidak akan redup, ia akan selalu bersinar terang memberi keberkahan, rahmat, dan kedamaian bagi manusia.  Orang yang ingin memadamkan cahaya Al-Quran, mereka justru memadamkan cahaya mereka sendiri, karena mengingkari kitab suci mereka, maka cahaya keimanan akan makin jauh darinya, ia menjadi orang yang celaka karena tidak mendapatkan rahmat Allah Swt di bulan mulia ini.

Semoga kita bisa memuliakan Ramadhan ini dengan segenap amal shalih dan ibadah yang bisa kita lakukan. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1433 H. Semoga kita mendapatkan kemenangan yang hakiki. Amin.

Wallahua’lam bishshawaab.

Tuesday, July 17, 2012

Keutamaan Ramadhan

Keutamaan bulan ini telah dideskripsikan sendiri oleh Nabi SAW dalam khutbah baginda Rasulullah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Huzaimah dalam kitab Shahihnya. Dalam khutbahnya, Rasulullah menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (amal shalih) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’).

Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan satu kebaikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan lain. Siapa saja yang mengerjakan satu perbuatan wajib, maka nilainya sama dengan mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan juga adalah bulan kesabaran dan kesabaran itu balasannya surga. 


Ramadhan juga sebagai bulan tolong-menolong (ta’awun), 
di mana di dalamnya rezeki seorang mukmin bertambah. Siapa saja yang memberikan buka kepada orang yang berpuasa, maka itu akan menjadi maghfirah bagi dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka, dan dia memperoleh pahala yang sama seperti orang yang berbuka puasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala orang tersebut.

Di bulan ini, Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an, sebagaimana dituturkan Allah dalam surat Al-Baqarah: 185. Ayat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah adalah ‘Iqra’, diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan 13 SH atau bulan Juli 610 M. Karena itu, bulan ini juga disebut Syahr Al-Qur’an (Bulan Al-Quran). Maka, jaga tilawah setiap harinya. Isi setiap waktu yang kosong dengan tilawah. Mari bersama melakukan khatam Al-Qur’an. Minimal satu kali khatam. Insya Allah.

Rasulullah Muhammad SAW menuturkan: “Jika memasuki bulan Ramadhan, maka semua pintu langit dibuka, dan pintu-pintu neraka Jahannam ditutup, sementara syaitan dibelenggu.”  (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, dan Ibn Hibban)

Tidak hanya itu, Allah pun menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang menghiasi Ramadhannya dengan perbuatan baik. Melakukan satu amalan sunnah, pahalanya sama dengan amalan fardhu di bulan lain. Melakukan satu amalan fardhu, nilainya dilipatgandakan menjadi 70 kali di bulan lain. Karena itu Rasulullah menggunakan bulan ini untuk melipatgandakan amal shalih. Dalam riwayat Ibnu Abbas, dituturkan bahwa Nabi adalah orang yang paling dermawan  dan lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan, saat Jibril menemui baginda Rasulullah Muhammad SAW untuk mengecek hapalan Al-Qur’an beliau.

Di bulan suci ini pula, Rasulullah dan para sahabat berhasil menaklukkan kota Mekah, tepatnya pada bulan Ramadhan 8 Hijriah. Penaklukan kota Mekah ini disebut sebagai penaklukan agung (Al-Fath Al-A’dham). Kaum Kafir Quraisy pun berbondong-bondong masuk Islam, termasuk Abu Sufyan dan para pemuka kafir Quraisy. Dan pada saat itulah turun perintah untuk menghancurkan berhala dari sekitar Ka’bah. Karena itu, Ramadhan juga dikenal sebagai Syahru Al-Jihad wa Al-Intishar (bulan Jihad dan Kemenangan). 

(Summary Kajian Akhwat di TMMIN pada 13 Juli 2012)

Sunday, July 15, 2012

Azab Istri Durhaka Pada Suami

Tujuan suatu pernikahan adalah untuk menciptakan kecenderungan (ketenangan), kasih sayang, dan cinta. Sebab seorang istri akan menjadi penyejuk mata, dan penenang di kala timbul problema. Namun, jika istri itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya, maka alamat kehancuran ada didepan mata. Dia tidak lagi menjadi penyejuk hati, tapi menjadi musibah dan neraka bagi suaminya.
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman : “Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum :21)
 
Kedurhakaan seorang istri kepada suaminya amat banyak ragam dan bentuknya, seperti mencaci-maki suami, mengangkat suara depan suami, membuat suami jengkel, berwajah cemberut depan suami, menolak ajakan suami untuk jimak, membenci keluarga suami, tidak mensyukuri (mengingkari) kebaikan, dan pemberian suami, tidak mau mengurusi rumah tangga suami, selingkuh, berpacaran di belakang suami, keluar rumah tanpa izin suami, dan sebagainya.
 
Allah -Subhanahu wa Ta’la- telah mengancam istri yang durhaka kepada suaminya melalui lisan Rasul-Nya ketika Beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .[HR. An-Nasa'iy dalam Al-Kubro (9135 & 9136), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (2349), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2771), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (289)]
 
Tipe wanita seperti ini banyak disekitar kita. Suami yang capek banting tulang setiap hari untuk menghidupi anak-anaknya, dan memenuhi kebutuhannya, namun masih saja tetap berkeluh kesah dan tidak puas dengan penghasilan suaminya.Ia selalu membanding-bandingkan suaminya dengan orang lain, sehingga hal itu menjadi beban yang berat bagi suaminya. Maka tidak heran jika neraka dipenuhi dengan wanita-wanita seperti ini.
 
Sebagaimana sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-
“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!” Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?” Rasullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”. [HR. Bukhariy dalam Shohih-nya (29), dan Muslim dalam Shohih-nya (907)]
 
Dari hadits ini, kita telah mengetahui betapa besar dan agungnya hak-hak suami yang wajib dipenuhi seorang istri sampai Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda,
“Sekiranya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada lainnya, niscaya akan kuperintahkan seorang istri sujud kepada suaminya” . [HR. At-Tirmidziy dalam As-Sunan (1159), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa' (1998)]
 
Ini merupakan ancaman yang amat keras bagi para wanita durhaka, karena kedurhakaannya menjadi sebab tertolaknya amal sholatnya di sisi Allah. Dia sholat hanya sekedar melaksanakan kewajiban di hadapan Allah. Adapun pahalanya, maka ia tak akan mendapatkannya, selain lelah dan capek saja. Wal’iyadzu billahmin dzalik. Diantara bentuk kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk memenuhi hajat biologis suaminya. Keengganan seorang istri dalam melayani suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat istri yang durhaka seperti ini. 

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ke tempat tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi”. [HR. Al-Bukhoriy Kitab Bad'il Kholq (3237), dan Muslim dalam Kitab An-Nikah (1436)]
Seorang suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan. 

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Demi (Allah) Yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Robb-nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh menghalanginya”.[HR. Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (1853). Hadits ini dikuatkan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 211)]
 
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”.
[HR. At-Tirmidziy Kitab Ar-Rodho' (1174), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (2014). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 212)]
 
Demikianlah bahayanya seorang wanita melakukan kedurhakaan kepada suaminya, yakni tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma’ruf (boleh) menurut syari’at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau kembali berbakti, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya.

Diringkas dari sumber aslinya yang terdapat pada Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 84 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas.

Kemerdekaan Menurut Islam

Salah satu hak setiap bangsa, golongan, masyarakat atau pribadi yaitu hak mendapatkan kemerdekaan lahir batin. Lalu, ba...