Saturday, July 21, 2012

Keutamaan Shalat Tarawih

Keutamaan shalat tarawih atau shalat tahajud pada bulan Ramadhan ini disebutkan dalam sebuah hadis sebagai berikut.

 

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda: 




Orang mukmin keluar dari dosanya 

Pada malam pertama
seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

Pada malam kedua
ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

Pada malam ketiga
seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat”.

Pada malam keempat
dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).

Pada malam kelima
Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Pada malam keenam
Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Pada malam ketujuh
seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.

Pada malam kedelapan
Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin a.s.

Pada malam kesembilan
seolah-olah ia beribadat kepada Allag Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi SAW.

Pada Malam kesepuluh
Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

Pada malam kesebelas
ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Pada malam keduabelas
ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Pada malam ketigabelas
ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

Pada malam keempat belas
para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Pada malam kelima belas
ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

Pada malam keenam belas
Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

Pada malam ketujuh belas
ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

Pada malam kedelapan belas
seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”

Pada malam kesembilan belas
Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

Pada malam kedua puluh
Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

Pada malam kedua puluh satu
Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Pada malam kedua puluh dua
ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

Pada malam kedua puluh tiga
Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

Pada malam kedua puluh empat
ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

Pada malam kedua puluh lima
Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.

Pada malam keduapuluh enam
Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

Pada malam keduapuluh tujuh
ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Pada malam keduapuluh delapan
Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.

Pada malam kedua puluh sembilan
Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

Dan pada malam ketiga puluh
Allah berfirman:”Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari iar Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku” (HR Majalis).

Demikianlah, keutamaan shalat tarawih yang disebutkan oleh Rasulullah SAW.

Wallahua’lam

Doa Niat Puasa Ramadhan

Saya akan mengingatkan kembali buat temen-temen yang mungkin lupa dengan niat doa niat puasa ramadhan. Agar niat yang tulus dalam menunaikan ibadah wajib sebagai sarana lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt untuk menjadi orang bertaqwa dalam meraih ridha-Nya.
Kewajiban Puasa Ramadhan

Allah Swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang bertakwa” (QS al-Baqarah:183). 
Doa Niat Puasa Ramadhan dan Artinya

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Nawaitu saumagodin an'adai fardi syahri romadhoona hadzihissanati lillahita'ala.

Artinya dalam bahasa indonesia :

"Sengaja aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala"












Semoga bermanfaat.


Wednesday, July 18, 2012

Ramadhan bulan Mulia

Ramadhan adalah bulan mulia dan penuh dengan keutamaan. Banyak hadits yang mengungkap kemuliaan dan keutamaan bulan ini.
 
Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa (2:183), bulan diturunkannya Al-Quran (2:185), bulan yang penuh berkah, bulan di mana Allah memberikan naungan-Nya, bulan di mana Allah menurunkan rahmat, bulan di mana Allah menghapuskan kesalahan, bulan di mana Allah mengabulkan doa, bulan di mana manusia berlomba-lomba melakukan kebaikan, bulan di mana Allah membanggakan orang beriman di hadapan malaikat, bulan dilipatgandakan pahala amal shalih, bulan jihad, bulan kemenangan, bulan kesabaran, bulan pengorbanan, bulan pendidikan, bulan quran, dan masih banyak atribut yang bisa disematkan kepada bulan Ramadhan ini.



Bentuk kemuliaan lainnya juga terungkap dalam sebuah sabda Rasulullah Saw, yaitu Apabila bulan Ramadhan telah datang, pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka di tutup, dan syetan-syetan dibelenggu (HR Bukhari-Muslim).




Hadits tersebut memberikan hikmah bahwa jalan untuk mencapai kebaikan, ampunan, dan surga pada bulan Ramadhan begitu terbuka lebar. Bagaimana tidak? Bagi mereka yang serius dalam beribadah (dengan penuh keimanan), maka doa dikabulkan, dosa akan diampuni, dan pahala dilipat gandakan. Pintu neraka ditutup dan syetan dibelenggu memberi hikmah bahwa jalan atau peluang yang mengarahkan manusia kepada keburukan begitu dipersempit di bulan Ramadhan. Bagaimana tidak? Semua orang berlomba-lomba mengejar kebaikan dan pahala pada bulan mulia ini, tentu mereka yang ada di pusaran Ramadhan ini, akan terpengaruh dengan suasana kompetitif dan penuh dorongan kebaikan. 

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ..Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan Ramadhan tidak mendapatkan rahmat Allah Swt.(HR Tabrani). Kita semua berlindung dari hal demikian. Naudzubillah min dzalika.

Meski Allah Swt dan Nabi Saw dengan jelas memberikan kemulian pada bulan Ramadhan ini, masih ada sebagian orang yang berusaha memadamkan cahaya kemuliaan dari Ramadhan ini. Mereka adalah pengusaha hiburan yang tidak mau dibatasi jam operasinya atau ditutup untuk sementara, mereka adalah pemilik warung makan/restaurant yang tetap mendisplay ruangannya dengan vulgar, mereka yang tanpa risih makan-minum di tempat terbuka di mall-mall dan tempat perbelanjaan, dan mereka yang diingatkan untuk memuliakan bulan ini, mereka yang berusaha melakukan provokasi agar timbul suasana tidak kondusif, dan mereka yang mengingkari kemuliaan puasa yang sejatinya selaras dengan fitrah kemanusiaan.

Cahaya Ramadhan itu tidak akan redup, ia akan selalu bersinar terang memberi keberkahan, rahmat, dan kedamaian bagi manusia.  Orang yang ingin memadamkan cahaya Al-Quran, mereka justru memadamkan cahaya mereka sendiri, karena mengingkari kitab suci mereka, maka cahaya keimanan akan makin jauh darinya, ia menjadi orang yang celaka karena tidak mendapatkan rahmat Allah Swt di bulan mulia ini.

Semoga kita bisa memuliakan Ramadhan ini dengan segenap amal shalih dan ibadah yang bisa kita lakukan. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1433 H. Semoga kita mendapatkan kemenangan yang hakiki. Amin.

Wallahua’lam bishshawaab.

Tuesday, July 17, 2012

Keutamaan Ramadhan

Keutamaan bulan ini telah dideskripsikan sendiri oleh Nabi SAW dalam khutbah baginda Rasulullah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Huzaimah dalam kitab Shahihnya. Dalam khutbahnya, Rasulullah menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (amal shalih) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’).

Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan satu kebaikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan lain. Siapa saja yang mengerjakan satu perbuatan wajib, maka nilainya sama dengan mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan juga adalah bulan kesabaran dan kesabaran itu balasannya surga. 


Ramadhan juga sebagai bulan tolong-menolong (ta’awun), 
di mana di dalamnya rezeki seorang mukmin bertambah. Siapa saja yang memberikan buka kepada orang yang berpuasa, maka itu akan menjadi maghfirah bagi dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka, dan dia memperoleh pahala yang sama seperti orang yang berbuka puasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala orang tersebut.

Di bulan ini, Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an, sebagaimana dituturkan Allah dalam surat Al-Baqarah: 185. Ayat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah adalah ‘Iqra’, diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan 13 SH atau bulan Juli 610 M. Karena itu, bulan ini juga disebut Syahr Al-Qur’an (Bulan Al-Quran). Maka, jaga tilawah setiap harinya. Isi setiap waktu yang kosong dengan tilawah. Mari bersama melakukan khatam Al-Qur’an. Minimal satu kali khatam. Insya Allah.

Rasulullah Muhammad SAW menuturkan: “Jika memasuki bulan Ramadhan, maka semua pintu langit dibuka, dan pintu-pintu neraka Jahannam ditutup, sementara syaitan dibelenggu.”  (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, dan Ibn Hibban)

Tidak hanya itu, Allah pun menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang menghiasi Ramadhannya dengan perbuatan baik. Melakukan satu amalan sunnah, pahalanya sama dengan amalan fardhu di bulan lain. Melakukan satu amalan fardhu, nilainya dilipatgandakan menjadi 70 kali di bulan lain. Karena itu Rasulullah menggunakan bulan ini untuk melipatgandakan amal shalih. Dalam riwayat Ibnu Abbas, dituturkan bahwa Nabi adalah orang yang paling dermawan  dan lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan, saat Jibril menemui baginda Rasulullah Muhammad SAW untuk mengecek hapalan Al-Qur’an beliau.

Di bulan suci ini pula, Rasulullah dan para sahabat berhasil menaklukkan kota Mekah, tepatnya pada bulan Ramadhan 8 Hijriah. Penaklukan kota Mekah ini disebut sebagai penaklukan agung (Al-Fath Al-A’dham). Kaum Kafir Quraisy pun berbondong-bondong masuk Islam, termasuk Abu Sufyan dan para pemuka kafir Quraisy. Dan pada saat itulah turun perintah untuk menghancurkan berhala dari sekitar Ka’bah. Karena itu, Ramadhan juga dikenal sebagai Syahru Al-Jihad wa Al-Intishar (bulan Jihad dan Kemenangan). 

(Summary Kajian Akhwat di TMMIN pada 13 Juli 2012)

Sunday, July 15, 2012

Azab Istri Durhaka Pada Suami

Tujuan suatu pernikahan adalah untuk menciptakan kecenderungan (ketenangan), kasih sayang, dan cinta. Sebab seorang istri akan menjadi penyejuk mata, dan penenang di kala timbul problema. Namun, jika istri itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya, maka alamat kehancuran ada didepan mata. Dia tidak lagi menjadi penyejuk hati, tapi menjadi musibah dan neraka bagi suaminya.
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman : “Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum :21)
 
Kedurhakaan seorang istri kepada suaminya amat banyak ragam dan bentuknya, seperti mencaci-maki suami, mengangkat suara depan suami, membuat suami jengkel, berwajah cemberut depan suami, menolak ajakan suami untuk jimak, membenci keluarga suami, tidak mensyukuri (mengingkari) kebaikan, dan pemberian suami, tidak mau mengurusi rumah tangga suami, selingkuh, berpacaran di belakang suami, keluar rumah tanpa izin suami, dan sebagainya.
 
Allah -Subhanahu wa Ta’la- telah mengancam istri yang durhaka kepada suaminya melalui lisan Rasul-Nya ketika Beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .[HR. An-Nasa'iy dalam Al-Kubro (9135 & 9136), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (2349), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2771), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (289)]
 
Tipe wanita seperti ini banyak disekitar kita. Suami yang capek banting tulang setiap hari untuk menghidupi anak-anaknya, dan memenuhi kebutuhannya, namun masih saja tetap berkeluh kesah dan tidak puas dengan penghasilan suaminya.Ia selalu membanding-bandingkan suaminya dengan orang lain, sehingga hal itu menjadi beban yang berat bagi suaminya. Maka tidak heran jika neraka dipenuhi dengan wanita-wanita seperti ini.
 
Sebagaimana sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-
“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!” Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?” Rasullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”. [HR. Bukhariy dalam Shohih-nya (29), dan Muslim dalam Shohih-nya (907)]
 
Dari hadits ini, kita telah mengetahui betapa besar dan agungnya hak-hak suami yang wajib dipenuhi seorang istri sampai Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda,
“Sekiranya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada lainnya, niscaya akan kuperintahkan seorang istri sujud kepada suaminya” . [HR. At-Tirmidziy dalam As-Sunan (1159), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa' (1998)]
 
Ini merupakan ancaman yang amat keras bagi para wanita durhaka, karena kedurhakaannya menjadi sebab tertolaknya amal sholatnya di sisi Allah. Dia sholat hanya sekedar melaksanakan kewajiban di hadapan Allah. Adapun pahalanya, maka ia tak akan mendapatkannya, selain lelah dan capek saja. Wal’iyadzu billahmin dzalik. Diantara bentuk kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk memenuhi hajat biologis suaminya. Keengganan seorang istri dalam melayani suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat istri yang durhaka seperti ini. 

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ke tempat tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi”. [HR. Al-Bukhoriy Kitab Bad'il Kholq (3237), dan Muslim dalam Kitab An-Nikah (1436)]
Seorang suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan. 

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Demi (Allah) Yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Robb-nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh menghalanginya”.[HR. Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (1853). Hadits ini dikuatkan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 211)]
 
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami”.
[HR. At-Tirmidziy Kitab Ar-Rodho' (1174), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (2014). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 212)]
 
Demikianlah bahayanya seorang wanita melakukan kedurhakaan kepada suaminya, yakni tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma’ruf (boleh) menurut syari’at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau kembali berbakti, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya.

Diringkas dari sumber aslinya yang terdapat pada Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 84 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas.

Friday, July 13, 2012

Do,a kepada allah SWT.

Allah mengabulkan doa tidak sama dengan bentuk yang kita harapkan, tidak dalam bungkus yang indah. Ternyata membutuhkan kesabaran, keikhlasan, kesungguhan dan kekuatan serta tawakal dalam membuka bungkus tersebut. Serta membutuhkan doa dan hubungan yang terus menerus dengan Allah.  

 

Allah sangat menyayangi dan mencintai semua hamba hamba-Nya. Allah akan mengabulkan semua doa dan permohonan hambanya, mungkin saja Allah menunda dan akan menyimpan doa kita di akhirat nanti untuk kebaikan kita. 

Dan Allah SWT. berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Al-Mu’min:60)

Jangan pernah berprasangka buruk pada Allah, “Sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Turmudzi)

Thursday, July 12, 2012

Amal Kebaikan membeningkan Hati

Allah memberikan kita dua pilihan, melakukan kebaikan atau keburukan, dan kita sebagai manusia memiliki potensi untuk melakukan keduanya. Karena itulah, Allah meminta kita untuk senantiasa mensucikan diri, melakukan berbagai amalan harian yang membeningkan hati kita dan membersihkannya dari noda dosa…

Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Asy-Syams (91): ayat 8,9,10)

Hidup adalah pilihan, seperti itulah kira-kira. Untuk menjadi biasa, kita dibebaskan untuk memilihnya... Pilihlah yang terbaik dan lakukanlah dari sekarang. "Awal lebih baik"
Manusia seperti Rasulullah, dan sahabat-sahabat terbaik di zamannya adalah contoh manusia luar biasa. Mereka memilih jalan ketakwaan dan meninggalkan kefasikan.  Mereka adalah manusia-manusia yang senantiasa menyebarkan kebaikan berlandaskan ilmu, berlandaskan Al Qur’an dan sunnah… jalan yang mereka tempuh pun bukan jalan yang mudah tanpa hambatan, tapi jalan yang penuh liku. Itulah mengapa mereka membekali diri mereka dengan ilmu sebagai landasan mereka bergerak… agar mereka tak salah melangkah, dan agar tak mudah terjerumus ke jalan yang salah…

Wednesday, July 11, 2012

Bila Hati Sudah Menghitam

Dalam firman Allah Swt:
“Sesungguhnya bukan penglihatan ini yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada.” (Q.S al Hajj: 46)
 
Sudahkah kita bersyukur? Menggunakan mata, telinga, dan akal untuk mengambil pelajaran?  Merenungkan dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya? Dengan karunia alat indra dan akal dari Allah, adakah kita semakin mendekatkan diri kepada Allah? Atau malah mata, telinga, mulut juga akal kita gunakan untuk bermaksiat? Kita gunakan nikmat Allah dengan menuruti  hawa nafsu, mata yang mengumbar pandangan, mulut yang berdusta, telinga yang mendengar hiburan yang melenakan, hati yang lalai mengingat-Nya, dan akal yang tak mau mengambil pelajaran, mengabaikan ayat-ayat-Nya… Padahal mata, telinga, dan hati kita sungguh akan diminta pertanggungjawabannya…

Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?” Allah berfirman, Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, Jadi begitu pula pada hari ini kamu diabaikan.” (QS. Taha: 125-126).

Sebuah hadits mengatakan: “Apabila hamba melakukan dosa, muncul goresan hitam di hatinya. Jika ia melakukan dosa lagi, goresan hitam bertambah. Bila terus begitu, hatinya menjadi hitam.”

Mungkin inilah penyebab butanya mata hati. Hati menjadi hitam karena dosa! Sehingga cahaya ilahi tidak bisa tembus ke dalam hati yang hitam ini!
Rasulullah Saw melanjutkan, “Namun, jika bertobat, hatinya menjadi bersih dan terang.”
“Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, dan tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya dia atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An Nur: 35)

 Di dunia ini kita telah diberikan berbagai kenikmatan yang sangat besar, mata yang dapat melihat, telinga yang dapat mendengar, mulut yang dapat berbicara, dan juga akal yang dapat berpikir. Bayangkan bila detik ini Allah mencabut nikmat mata, nikmat telinga, nikmat mulut, dan nikmat akal dari kita, apa yang dapat kita lakukan?

Alhamdulillah… Masih ada kesempatan untuk membersihkan hati yang penuh dengan goresan hitam, sehingga hati kita kembali bersih, sehingga cahaya ilahi dapat dengan mudah masuk ke dalam hati ini.
Jangan, jangan biarkan hati kita menghitam, berkarat, dan kemudian membatu. Bahkan menurut Allah, batu pun lebih baik dari hati kita!

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada air yang mengalir sungai-sungai daripadanya, dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antara sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah…  (QS. Al Baqarah: 74)

Bersegera menghadap Allah bertaubat, mengambil air wudhu… khusyuk, rukuk dan sujud kepada-Nya, bersimpuh memohon ampunan-Nya…


Ya Allah ya Rabb Yang Maha Penerima tobat, Ya Rabb Yang Maha Penyayang, ampuni segala dosa hamba, ampuni hamba yang seringkali lalai… Ya Rabb Yang Maha Lembut, lembutkan hati hamba, sucikanlah hati ini dari segala goresan hitam akibat dosa,  limpahkan cahaya-Mu ke dalam hati ini, teguhkan hatiku di atas iman, jadikanlah hati ini senantiasa khusyuk mengingat-Mu, hati yang selalu merindukan-Mu,rindu untuk memandang wajah-mu… 
Ya Allah Tuhanku, kumpulkan aku kelak bersama orang-orang yang engkau ridhai,  Amin......
Wallahu’alam bishshawaab.


Tuesday, July 10, 2012

Istighfar (Astaghfirullah)

Dengan banyak berdzikir Istighfar ini kita Mohon Ampunan kepada Allah, ber-Tafakur (Merenung), paling tidak kita harus menyadari bahwa sebagai manusia tentunya tidak lepas dari yang namanya Dosa dan Kesalahan. 

Dan mungkin juga yang namanya penyakit, penderitaan, kesulitan dalam hidup, masalah-masalah sering sekali mendatangi diri ini. Karena bukan tidak mungkin hal tersebut adalah merupakan peringatan, teguran, cobaan dari Allah. Insya Allah dengan banyak berdzikir Istighfar, dengan mencoba membuka diri, banyak introspeksi diri, merenung untuk mau memperbaiki diri kita walaupun hanya satu persen saja, tetapi akan membawa ke arah yang lebih baik, kesuksesan, kebahagian, ketenangan lahir maupun bathin. 

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” Asy-Syams (91:9-10)

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kamitermasuk orang-orang yang merugi” Al-A’raaf (7:23)

“Barangsiapa selalu beristigfar, maka Allah menjadikan baginya kelapangan darisetiap kesusahan, jalan keluar dari setiap kesempitan dan
memberinya rizki dari arah yang tidak terkirakan” - Sabda Rasullulah saw-
Anggaplah tiap kali kita berdzikir Istighfar ini, jika kita mempunyai dosa sedemikian banyaknya, seperti ibaratnya pasir di pantai, dengan mengucap Istighfar, satu persatu kita mohon agar dihapuskan dosa dan kesalahan kita. Mohon kepada Allah agar diangkat semua penderitaan dan kesulitan yang ada di diri ini, yang ada di keluarga kita.  
Dzikir ini merupakan sarana Pembuka Pintu Gerbang Rahmat Allah.

Buat temenku semua segerakan dzikir ini ya....

Dzikir

Rasa dekat kepada Allah tidak dapat terwujud dengan seketika, tetapi terjadi melalui suatu proses dari Kesungguhan Hati yang panjang. Banyak jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun jalan yang terbaik yaitu dengan selalu taat mematuhi aturan mainya-Nya, dimana berzikir termasuk salah satu diantaranya, sebagai tanda ketaatan dan ketakwaan kita.

Pengertian Zikir tidaklah terbatas hanya mengingat saja, tetapi zikir mengandung makna terpadu dari paling sedikitnya lima kegiatan, yaitu : “ Mengingat, Mengakui, Merasakan, Merendahkan Diri, dan Memuji ”.

“Aku selalu menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-Ku. Dan jika ia ingat kepada-Ku di dalam jiwanya, maka Akupun mengingatnya di dalam Zat-Ku. Dan jika ia ingat kepadaku ditempat ramai, Akupun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku pun ingat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku pun akan datang kepadanya dengan berlari cepat”  
(Hadits Qudsy)

Sunday, July 8, 2012

Pengingat waktu sholat dgn Shollu 3.82

Sholat adalah tiang agama maka jalani sholatmu wajib 5 waktu. 
Saya akan memberikan software utk  laptop/notebook dan pc utk mengingatkan waktu sholat buat kamu jikalau lupa dalam melakukan aktivitas browsing dan internet lainnya. segera instal di pc kamu. semoga menambah iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Alhamdullillah Saya sudah menggunakannya sejak lama dan baru bisa share sekarang.
Apalagi menjelang ramadhan segera tiba biar tambah afdhol dan mantav ibadah kita. Amin... ya robbal alamin

Shollu 3.82













Program ini bertujuan memberi peringatan kepada pengguna komputer bahwa waktu sholat telah tiba atau sebentar lagi tiba. Sehingga pengguna bisa bersegera untuk mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah sholat. Berbeda dengan versi 2.15 ke bawah, mulai versi 3.00 shollu menggunakan koordinat wilayah (garis lintang & garisbujur)

ketinggian dan beberapa kriteria lainnya. Pengguna hanya perlu setting sekali dan jadwal otomatis akan selalu update. 

Shollu dilengkapi dengan wilayah-wilayah di Indonesia dan kota-kota besar di dunia. Untuk wilayah lainnya bisa download file tambahan, bisa dilihat dalam help file.Sejalan dengan perkembangannya, maka fasilitas-fasilitas shollu semakin bertambah, untuk lebih jelasnya bisa melihat langsung di program atau Membaca help file. 

Semoga Allah SWT. membalas kebaikan saudara kita yg pembuat program ini.
Segera saja download disini.

Kemerdekaan Menurut Islam

Salah satu hak setiap bangsa, golongan, masyarakat atau pribadi yaitu hak mendapatkan kemerdekaan lahir batin. Lalu, ba...