Cahaya Menuju Surga

CAHAYA MENUJU SURGA
CAHAYA MENUJU SURGA

بِسْــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Tujuan Manusia Hidup Adalah Kembali Ke Jalan Allah SWT. Maka kerjakanlah sholat,ibadah,zikir,sedekah,amal,zakat,puasa dan kebaikan menurut firman2 Allah yg terkandung di dalam kitab suci Al,Quran, hadits2, riwayat2 tuntunan nabi-nabi dan rasullulloh. Laksanakan dalam kehidupan sehari-hari dengan hati sabar,tawakal dan istiqomah. Terima kasih kepada semua pihak dan sumber yang terkait dgn artikel/gambar ini "Jazakallahu khairan" Oleh: Wedha Kencana

Translate

Saturday, October 6, 2012

Hadiah Dunia-Akhirat Bagi Orang-orang Yang Bertaqwa


Takwa adalah sikap yang membuat seseorang berusaha membentengi dan menjaga dirinya agar terhindar dari kemarahan dan azab Allah subhanahu wata’ala. Cara bertaqwa adalah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala adalah sumber segala kebaikan dan kunci untuk memperoleh kebahagiaan serta bekal yang sangat berguna untuk kehidupan dunia dan akhirat

 

Cara Bertaqwa

Seseorang yang ingin bertakwa, dia harus lebih dulu mewujudkan persaksiannya terhadap dua kalimat syahadat. Yaitu dengan menjadikan Allah subhanahu wata’ala sebagai satu-satunya yang diibadahi dan meninggalkan seluruh jenis perbuatan syirik serta membencinya sebagaimana bencinya dirinya terkena api. Oleh karena itu, seseorang tidak bisa disebut sebagai orang yang bertakwa apabila dia masih membenarkan atau membolehkan diarahkannya salah satu bentuk ibadah kepada selain Allah subhanahu wata’ala, meskipun dia menjalankan shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Maka untuk mewujudkan takwa, seseorang harus membangun ibadahnya di atas fondasi ini serta harus menegakkan shalat lima waktu yang akan menjadi tiang dari ketakwaannya. Selanjutnya sebagai bentuk ketakwaan yang sebenar-benarnya, dia pun harus menjalankan perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala lainnya serta meninggalkan larangan-larangan-Nya.

 

Termasuk bagian yang paling penting dari bentuk ketakwaan seseorang adalah at-tafaqquh fiddin, yaitu bersungguh-sungguh dalam mempelajari agama Allah subhanahu wata’ala. Kewajiban menuntut ilmu ini sangat erat kaitannya dengan takwa. Dengan bersemangat dalam menuntut ilmu seseorang akan mengetahui perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala dan larangan-larangan-Nya. Sehingga dengan demikian dia akan benar-benar tepat dalam menjalankan perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk menuntut ilmu dan bertanya kepada ahli ilmu tentang agama kita, agar kita bisa benar-benar mewujudkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala.

 

Bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala adalah sumber segala kebaikan dan kunci untuk memperoleh kebahagiaan serta bekal yang sangat berguna untuk kehidupan dunia dan akhirat. Allah subhanahu wata’ala berfirman:   “Maka berbekallah kalian dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 197)

Allah subhanahu wata’ala juga menyebutkan dalam firman-Nya:   “Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa di sisi Rabb mereka (disediakan) surga yang penuh dengan kenikmatan.” (Al-Qalam: 34)

 

Buah-buah Takwa

Allah subhanahu wata’ala telah menyebutkan di dalam ayat-ayat-Nya perihal keutamaan atau buah yang akan dipetik oleh orang yang bertakwa.

 

1.   Orang-orang yang bertakwaakan dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala berfirman:  “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 4)

 

2.  Orang yang bertakwa akan dikaruniai rasa aman dan kebahagiaan di saat sebagian orang ditimpa rasa takut dan kesedihan. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah subhanahu wata’alatu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Mereka adalah) orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.” (Yunus: 62-64)

 

3.   Orang-orang yang bertakwa akan dikaruniai furqan (kemampuan membedakan antara yang baik dan buruk), yaitu pertolongan dari Allah subhanahu wata’ala baik berupa ilmu atau yang lainnya, sehingga dengannya seseorang akan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, serta mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya bagi dirinya. Disamping itu juga akan dibersihkan jiwanya dari kesalahan-kesalahan yang dilakukannya dengan diberi kemudahan untuk beramal shalih sehingga akan menghapus kesalahan-kesalahannya. Begitu pula akan diampuni dosa-dosanya dengan diberi taufiq untuk senantiasa beristighfar dan bertaubat dari dosa yang dilakukannya.

 

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

“Wahai orang-orang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepada kalian furqan dan Allah akan menghilangkan diri-diri kalian dari kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)

 

4.   Orang yang bertakwa juga akan diselamatkan oleh Allah subhanahu wata’ala dari berbagai bahaya dan akan diberi jalan keluar dari setiap kesempitan yang menimpanya. Disamping itu juga akan dimudahkan berbagai urusannya serta diberi rezeki di luar dugaannya dari arah yang dia tidak sangka-sangka.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah subhanahu wata’ala:   

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar dan akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (Ath-Thalaq: 2-3)

 

Begitu pula dalam firman-Nya“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq: 4)

 

Nasihat

Dari ayat-ayat tersebut, kita mengetahui betapa butuhnya kita akan takwa. Karena setiap orang tentu menginginkan jalan keluar dari masalah-masalah yang dihadapinya. Terlebih permasalahannya menyangkut agama atau akhiratnya, karena masalah ini akan berkaitan dengan selamat dan tidaknya seseorang dari siksa kubur serta kejadian berikutnya saat berada di padang mahsyar sampai kemudian berujung pada selamat dan tidaknya dirinya dari terkena pedihnya siksa api neraka. 

 

Maka setiap orang tentu membutuhkan ilmu untuk mengetahui mana yang haq dan mana yang batil, serta mana yang baik akibatnya dan mana yang berbahaya. Begitu pula yang berkaitan dengan urusan dunia, setiap orang tentu membutuhkan rezeki dan kemudahan dalam urusan-urusan yang dihadapinya. Baik yang berkaitan dengan istri, anak, dan keluarga maupun dengan masyarakat di sekitarnya. Semua ini akan bisa diselesaikan dan menjadi baik hasilnya apabila dihadapi dengan takwa. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala menjadikan kita semua menjadi orang yang bertakwa dengan sebenar-benarnya.

 


Sumber :   http://asysyariah.com/taqwa-dan-keutamaannya.html


No comments:

Post a Comment